Menjaga Kesehatan Kulit

Mungkin kita pernah menganggap sepele kesehatan kulit kita. Namun pada dasarnya kulit kita merupakan salah satu aset berharga yang harus kita rawat. terutama dari kanker kulit yang pada tahun ini, penderitanya meningkat drastis di dunia. 10 cara itu antara lain :
1. Hati-hati pada saat-saat tertentu (pukul 12.00 hingga 16.00). Ini adalah waktu terpanas dan sinar ultraviolet sangat agresif meradiasi kulit.
2. Lindungi kulit dengan pakaian. Ini adalah cara terbaik.
3. Bila kulit terpapar, siap-siap gunakan krim pelindung atau tabir surya (sun block-sunscreen). Gunakan berulang kali, tetapi jangan dalam jangka lama.
4. Gunakan pakaian yang cocok untuk melindungi kulit.
5. Bila hendak berjemur, siapkan handuk, krim, payung, kacamata hitam, dll.
6. Hati-hati meski tidak terasa. Yang berbahaya adalah Anda terpapar sinar matahari tetapi tidak merasa entah karena ada pasir, air, salju, atau pantulan udara dingin. Semua itu tidak bisa melindungi Anda dari sinar ultraviolet.
7. Berjemur atau mandi matahari (sunbathing) bukan satu-satunya faktor risiko. Bila berkebun atau berolahraga, Anda perlu waspada dengan paparan sinar UV.
8. Hindari si kecil dari paparan sinar matahari meski ada pelindungnya.
9. Jangan lupa, sinar matahari yang membakar saat masih kanak-kanak menyebabkan timbulnya melanoma saat dewasa.
10. Yang terpenting, lakukan semua kiat ini!


bisa kita lihat bahwa 10 kiat di atas merupakan hal yang mudah kita lakukan di kehidupan sehari-hari kita.
lalu, tunggu apalagi?

Ketemu Cewek Cantik Bisa Bikin Stres?

Bertemu perempuan cantik dapat berakibat buruk bagi kesehatan Anda, demikian hasil penelitian sejumlah ilmuwan.

Sebuah penelitian dari University of Valencia, sebuah universitas tertua dan terbesar di Spanyol, menyebutkan, berada lima menit hanya berdua dengan seorang perempuan cantik dapat meningkatkan level cortisol, hormon stres tubuh, pria. Efek ini meningkat pada pria yang percaya bahwa perempuan tersebut "di luar jangkauan mereka'.

Cortisol diproduksi tubuh yang mengalami stres fisik atau psikologis dan telah dikaitkan dengan penyakit jantung.

Telegraph, Senin (3/5) melaporkan, para peneliti telah menguji 84 mahasiswa pria dengan meminta mereka duduk di sebuah ruangan dan memecahkan teka-teki Sudoku. Dua orang asing, satu laki-laki dan satu perempuan, juga ada di dalam ruangan tersebut.

Ketika perempuan asing itu meninggalkan ruangan dan dua orang pria itu tetap duduk di sana, tingkat stres kedua relawan pria itu tidak muncul. Namun, ketika seorang relawan pria tinggal sendirian dengan si perempuan asing yang cantik, tingkat cortisol-nya meningkat.

Para peneliti menyimpulkan, "Dalam penelitian ini, kami menilai bahwa bagi sebagian besar pria, kehadiran seorang perempuan cantik dapat menyebabkan persepsi bahwa ada kesempatan untuk pacaran. Sementara sejumlah pria mungkin menghindari perempuan yang atraktif karena berpikir, mereka 'tidak mungkin dapat memacari perempuan tersebut', mayoritas akan merespon dengan kecemasan dan sebuah respons hormonal yang terjadi berbarengan."

"Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat cortisol pria meningkat setelah terjadi kontak sosial singkat selama lima menit dengan seorang wanita muda yang menarik."

Cortisol dapat memiliki efek positif dalam dosis kecil, yaitu meningkatkan kewaspadaan dan kesejahteraan. Namun, peningkatan kadar cortisol kronis dapat memperburuk kondisi kesehatan, seperti memicu penyakit jantung, diabetes, hipertensi dan impotensi.

Sumber : Kompas.com 4 Mei 2010]

Menurut saya sih, inti dari artikel ini, kalo kita kontak sosial sama cewek cantik, Percaya Diri aja. hehehehe :-D

Waktu Optimal Tidur

Kompas.com — Praktisi kesehatan merekomendasikan 6-8 jam sebagai waktu tidur yang ideal pada orang dewasa. Tetapi nyatanya, tak sedikit orang yang cuma tidur 4 jam setiap harinya namun tetap sehat dan bugar. Sebenarnya, berapa lama durasi tidur yang paling tepat?

Pada dasarnya waktu tidur sangat individual. Ini berarti, tidak ada "takaran" yang sama untuk semua orang. "Boleh-boleh saja tidur 4 jam, asalkan saat bangun di pagi hari kita merasa segar dan terpulihkan. Kalau kita justru merasa lesu dan tak ada semangat, itu artinya kita memang kurang tidur," papar dr Nurmiati Amir, SpKJ (K), ahli kedokteran jiwa dari RSCM Jakarta.

Lamanya durasi tidur ternyata juga tak akan memberi pengaruh pada kesehatan bila tidak memiliki kualitas yang baik. "Agar tetap sehat, yang perlu diperhatikan adalah kualitas tidurnya," tambah dr Nurmiati dalam acara konferensi pers Tatalaksana Komprehensif Insomnia di sela acara Konas III Psikoterapi 2010 di Jakarta (1/5/2010).

Tidur yang dalam NREM (non rapid eye movement) sangat esensial untuk kelangsungan hidup. Dalam tahap NREM, akan dihasilkan hormon pertumbuhan yang berguna untuk regenerasi sel-sel dan meningkatkan imunitas tubuh. Saat tidur NREM, seseorang akan sulit dibangunkan dan jika bermimpi saat bangun, kita sudah tidak mengingat isi mimpinya.

"Hormon pertumbuhan dan perbaikan sel ini hanya dikeluarkan tubuh di malam hari dan tidak bisa digantikan dengan tidur siang," ujar dr Nurmiati. Ia menambahkan, suasana gelap di malam hari ikut membantu pengeluaran hormon melatonin lebih cepat sehingga secara alami kita akan mengantuk.

Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni membiasakan diri untuk bangun pagi secara teratur, menghindari stres emosi dan pekerjaan di tempat tidur, melatih relaksasi, dan baru pergi tidur setelah mengantuk. "Idealnya tidak ada orang yang perlu obat untuk tidur," kata dr Nurmiati.

Jadi buat para pembaca, ternyata tidur 8 jam bukan berarti waktu tidur optimal. yang paling penting adalah kualitas tidur kita :)

Semoga berguna. . . .

Sumber : Kompas.com 2 Mei 2010